Seperti Merangkak Dalam Badai

Tuhan…

Rasanya seperti merangkak dalam badai
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk di hentikan.


Seperti karang yang mencoba bertahan dibalik kesempurnaan ombak,
Menghempas dan melepaskan labuhan kapal hingga tergeletak.
Membungkam sisi lain yang terduduk disini,
Memaksa memandang hamparan mendung yang datang bertanya,
Namun, tidakkah dia menyadari,
Bahwa saat semua itu ada hanyalah untuk menyakiti saja..?!

Yah… Rasanya memang seperti merangkak dalam badai,
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk dielakkan.

Kemana kaki β€˜kan melangkah ?
Karena tiada lagi yang menjadi berarti kini,
Seakan mengajak mimpi tuk tetap terlelap sebagai mimpi,
Agar tiada lagi yang kan tersakiti.

Tuhan…

Ampunilah semua rasa yang pernah tertaut,
Kuncilah dia dalam kebahagiaan yang indah,
Serta damaikanlah jiwanya dalam memuja kasih tuhannya,
Karena atas semua kejadian yang pernah tercipta,
Tak lain hanyalah sebagai tanda-tanda kebesaran-Mu.



Alhamdulillah….
Hingga detik ini dan sampai kiamat nanti,
Sungguh, tiada tuhan melainkan Allah.
Dan Muhammad itu utusan Allah.

Iklan

5 Tanggapan to “Seperti Merangkak Dalam Badai”

  1. ia begitu tenang tapi lebih gemuruh daripada badai

  2. So Sweet, saya kira masnya cuma penggemar olah raga ternyata juga penggemar olah kata bagus mas sangat menyentuh, memang cintailah keluarga ibu, bapak, saudaara, istri dan anak- anak, tetapi cinta kepada Allah harus 100%. Jadi kalo yang tersebut diatas selain Allah bisa menyakitkan hati kita, tetapi kita walaupun sudah membuat Allah tidak suka dengan perilaku kita, tetapi Allah selalu membimbing kita dan tidak pernah capek membimbing kita , Subhannallah.

  3. Bang.. puisinya bagus. Btw sapa wanita itu?

  4. Neni Supardi Says:

    Tuh…. apa ku bilang….. belum lagi selesai aku ngom tadi kan ?
    Ya udah deh…… kasi aku ongkosnya. Biar aku yang kesana gebukin dia.
    OK BANG ?!
    btw : ongkos jkt-mes + akomodasi + biaya dll : kurang lebih Rp. 5.000.000,- ( Tunai ). Hehehehehehehehe………………………………
    πŸ˜›

    pis bang… pis…. !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    πŸ™‚

    • Sudahlah nen. Tidak usah sampai kayak gitu kali. Bang thom itu pasti bisa menyelesaikan masalahnya. Eh, nanti kalau ada rencana ke surabaya titip yah oleh-oleh buat anak ku. 30 juni ini mau ultah dia. Awas kalau ngga. Di laporin nanti ke bang thomy.

      πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: