Dear Everytime Bullshitt…!

Di tengah pekerjaan malam,
Mencoba meluangkan sedikit waktu untuk menulis….

Dear Everytime Bullshit…!

Pukul 03.30 dini hari.
Perjalanan hidup ini memang banyak likunya.
Banyak luka juga banyak peristiwa…
Serta banyak kenangannya…
Tapi ini betul-betul melebihi dari sebuah dilema.
Terlalu tragis untuk dilukis…!!!
Sakittt…!!!!!

Dear Everytime Bullshit…!

Dua tahun lebih berjalan tanpa arti.
Dua tahun lebih yang telah pernah di lewati …???
Yah…, yang ada hanya sakit hati.
Terlalu dalam… dan terlalu menyakitkan.
Sedangkan usia pun semakin terus merangkak.
Congratulation for my self !

Pukul 03.31 dini hari.
Terlalu banyak seka disana-sini.
Air mata dengan segala macam jenis air di raga yang bercucuran.
Kadang terisak-isak…. kadang sampai tersedak-sedak.
Seperti banyak lagak yang telah terpelihara dengan baik.
Dan seakan sikap yang ada memajang goresan rona yang tulus.
Tapi ternyata bukan !
Yang ada hanyalah sebuah itikad yang bulat untuk “menguasai penuh”.
Menuntut segala ini dan segala itu….
Nyaris menyerupai layaknya peduli tentang makna hidup yang sebenarnya.
Namun sekali lagi, semua itu ternyata BUKAN !

Dear Everytime Bullshitt…!!!

Entah mana yang peduli,
Entah mana yang berjalan dengan penuh rasa.
Kadang sikap itu tak pernah betul-betul kelihatan ada dengan sejujurnya.
Selalu merasa benar untuk setiap sikap yang sesungguhnya “tidaklah layak” baginya.
Diberitahu pun selalu ada jawaban yang seakan berbalas dengan tuba.
Membunuh seketika hingga tergeletak tiba-tiba.
Mati !

Pukul 03.32 dini hari.
Dua tahun lebih berlalu dengan “hampa”.
Yah…. hampa sehampa-hampa nya.
Padahal sebelumnya mendebatkan perbedaan yang kan menjadi batasannya.
Namun… sungguh, ternyata bukan…!
Yang ada hanya api yang selalu berkobar-kobar membakar selaput dara,
Hingga memuntahkan sejuta kata diantara jepitannya.
dan meninggalkan setaut luka saat terhukum “salah”.

Dear Everytime Bullshitt…!!!

Memang telah berpikir sampai berjuta-juta kali.
Bahwa untuk terus bertekad dan melanjutkan setiap satu langkah ke depan.
Agar niat bisa terhantarkan dengan sempurna.
UNTUK SATU DALAM SEBUAH PERBEDAAN.
Serta menuangkan segala ragam kenikmatan dalam pelukan milyaran rasa syukur.
Namun ternyata…. All is bullshit !!!

Pukul 03.33 dini hari.
Dari pagi…. Sampai siang…
Hingga malam… hingga esoknya lagi.
Tetap saja disetiap jejaring waktu ke waktu berjudul sama.
Dua tahun lebih berlalu dengan segala sia-sia.
Menghabiskan segala tenaga yang ada.
Melumatkan segala asa yang tercurah.
Sedelik pun tanpa ampun…
Serta membumihanguskan semua-semua perihal yang telah pernah ada dipersiapkan
sebagai bekal menjelang tua kelak.

Namun ternyata semua hanyalah….
BULLSHITTTT BOUT UR LOVE….!!!!!

Tel.Bayur, 18-06-2010

Iklan

Satu Tanggapan to “Dear Everytime Bullshitt…!”

  1. Mbak memang semua yang kita inginkan misal pacaran kelihatannya kita sudah cocok, begitu masuk pernikahan, baru kelihatan perbedaan2, jadi mulai kita harus saling mengisi, lha kalok pihak suami gak mau yah anggap emang sudah jodohnya, jika lebih parah ahirnya cerai, ya anggap jodohnya pendek, karena semua yang kita inginkan pasti Allah yang sudah mengaturnya , dan selalu hikmah dari musibah itu lebih manis akibatnya bagi kita.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: