Harga Diri

Di suatu minggu sore, saat menikmati secangkir cappucino panas di teras depan, terbesit setitik kebingungan dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kepala ini. Yaitu : “ Apakah itu harga diri? Apakah harga diri bisa berada dalam posisi untuk memilih? Haruskah harga diri itu mengorbankan orang-orang yang di sayanginya?

Bicara tentang harga diri, memang tidak sedikit nyawa yang telah melayang karenanya. Akan tetapi ini bukan berarti kematian yang ditimbulkannya karena melawan, memusuhi atau pun memerangi harga diri itu sendiri, melainkan kematian yang di akibatkan dalam membela keberadaannya ( harga diri ). Seberapa pentingnya kah harga diri berperan dalam kehidupan manusia?

Harga diri memiliki peran penting dalam kehidupan. Setiap manusia yang terlahir ke dunia telah memiliki hak nya masing-masing dalam dirinya. Tapi, apa ini sama halnya harga diri itu dengan Hak Azazi ?

Harga Diri = Hak Azazi –> ???

Sungguh begitu bernilainya harga diri, sehingga ada beberapa di antara manusia yang meletakkan posisinya di tempat yang paling terhormat di kehidupan dunianya. Seakan-akan telah menjadi prinsip, hukum, ataupun undang-undang dalam kehidupannya yang harus di taatinya. Sehingga tak urung pun kematian bisa menjadi jalan/solusi satu-satunya yang terakhir untuk membela harga diri tersebut. “Kenapa harga diri harus di bela?“.

Sementara mengaduk-ngaduk isi kepala ini mencari jawabannya, tiba-tiba terdiam sejenak saat di hadapkan beberapa contoh penyebab kematian karena membela harga diri seperti dibawah ini, antara lain :

  1. Kematian untuk membayar atas sebuah kegagalan dari suatu usaha. Contoh : Harakiri yang dilakukan tentara Jepang saat menerima kekalahan mereka dalam Perang Dunia II.
  2. Kematian demi membela harga diri berdasarkan jenis kelamin.

Contoh umumnya yang terjadi pada laki-laki : Kematian akibat perkelahian yang timbul atas penghinaan dirinya dari orang-orang yang memusuhinya.

Contoh um umnya yang terjadi pada perempuan : Kematian oleh karena rasa malu yang tak tertahankan dihadapan orang banyak atas suatu peristiwa yang menimpanya, seperti pemerkosaan, perzinahan, dsb.

Melihat dari contoh-contoh di atas, apa berarti harga diri itu menjadi sosok pembunuh bagi manusia-manusia yang membela kehadirannya?

Harga Diri = Pembunuh –> ???

Namun kadang-kadang, di lihat dari sisi lainnya, harga diri seakan-akan seperti tampil ke pentas kehidupan manusia sebagai perwujudan rasa ego. Tidak mau kalah, tidak mau mengalah, dan perasaan-perasaan yang tidak mau menerima lainnya, sudah seperti menjadi makanan sehari-hari dari rasa ego atas sebuah harga diri. Akan tetapi bagaimana seperti halnya PSK yang menjual dirinya demi sesuap nasi, apakah mereka tidak lagi memiliki harga diri? Seberapa tinggikah kadar nilai-nilai yang terdapat pada harga diri di tiap-tiap manusia?

Harga Diri = Rasa Ego –> ???


Sungguh, sore itu, rasa kebingungan yang ada seperti tertawa sepuas-puasnya melihat kondisi kepala ini dengan kerutan-kerutan yang nyaris memenuhi di setiap lekukan kerangka kepala. Kenapa tidak? Terlebih-lebih lagi kembali melihat contoh-contoh realita seperti dibawah ini :

Demi membela harga dirinya, ada seorang bapak harus rela meninggalkan anak isterinya untuk selama-lamanya, akibat dari suatu perselisihan atau perkelahian dengan teman-temannya atau rekan kerjanya yang telah menghina harga dirinya.

Sebentar kembali pada pertanyaan yang di atas tadi, dan ini sangat cocok untuk pertanyaan, Apakah harga diri bisa berada dalam posisi untuk memilih?. Yang dimaksud adalah dalam suatu situasi untuk memilih antara harga dirinya atau keluarganya. Serta pertanyaan lain yang memiliki makna yang bertautan ; Haruskah harga diri itu mengorbankan orang-orang yang di sayanginya?.

Yah… memang untuk menjawab semua ini ternyata tidaklah semudah yang di kira. Sebenarnya masih banyak contoh-contoh realita lainnya yang tidak bisa tertulis semuanya dalam hal menyangkut harga diri ini. Akan tetapi, hanya demi membuka hati dan pikiran untuk berbagi, semoga tulisan ini bisa mendatangkan manfaat untuk mencari dan menemukan jawabannya di tiap-tiap realita8 kehidupan dalam diri kita masing-masing.

Iklan

4 Tanggapan to “Harga Diri”

  1. Bener banget mas, ini kata yang sering kita ucapkan tapi terkadang kita tak tau makna sebenarnya. Mungkin kita lihat kasusnya dulu mas

  2. aatukah harga diri adalah ego ?

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: