Dimana Benar? Kenapa Salah?

Entah benar, entah salah, anggapan ini terang saja sudah mengerubungi otak dengan seketika. Dan perasaan ini pun berubah menjadi begitu gundah segundah-gundahnya hingga bisa menghancurkan konstruksi jiwa yang telah dibangun sedemikian rupa untuk sebuah permulaan hidup yang baru akan di mulai dari sini.

Semua peristiwa begitu cepat berlalu tanpa memberi sedikit pun kesempatan untuk beberapa penjelasan dan pertanyaan yang telah menunggu hingga batas kesabarannya. Meskipun di antaranya ada yang berhasil mencoba keluar, namun tetap saja segala pembelaan yang ada di sekap pada sebuah ruang yang tak mempunyai jendela-jendela keadilan. Pintu pun tertutup rapat dan terkunci untuk dikunjungi kebenaran. Seperti tak pernah ada lagi tempat untuk bisa menempatkan makna hidup yang sebenarnya dalam kebenaran yang sejati. Kenapa ini yang terjadi?

Dunia telah berdiri terbalik dari sumbunya. Kebenaran pun menjauhi semua langkah yang mencoba berjalan lurus ke depan. Sedangkan kemunafikkan sudah terpatri di setiap liang tenggorokan mereka. Tak ada satupun kata dan kalimat yang bisa menaungi sebuah penjelasan dan pertanyaan untuk mengawali sebuah kebenaran ditiap alur kejadian. Mati pun di saat ini hingga terkapar di pangkuan kemaslihatannya, seakan ingin mengutuk semua yang ada dalam lingkarannya.

Termasuk juga mereka dengan kepangkatan yang sewajibnya pun ikut membela dengan segala daya upaya, namun lari sejauh-jauhnya seakan-akan ini tak pernah menjadi tautan dari padanya. Namun sebelumnya…???


—————————————————————————————————————————————————————————————–

( Kembali ke halaman depan atau isi buku tamu )

Iklan

2 Tanggapan to “Dimana Benar? Kenapa Salah?”

  1. columbus808 Says:

    Extrime words but beautifully..!
    Get a real justice in your life.
    Take it !
    and never be down..!!

    “Pontianak City supported”

  2. funtricks Says:

    ibo nyo lai

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: